Vairagya Prakaraṇa: Bab 1 Kisah Apasara Suruchi
Ketika seorang murid terdiam di persimpangan dua ajaran, seorang guru sejati tidak akan memberi jawaban yang menggurui. Agnivesya memahami hal itu. Ia tidak memaksa Karunya untuk kembali bertindak, juga tidak membenarkan sikap diamnya. Sebaliknya, ia membukakan sebuah pintu—melalui sebuah kisah.
Pertanyaan Suruci tampak sederhana. Namun di dalam tradisi spiritual, pertanyaan “dari mana” dan “hendak ke mana” bukanlah sekadar basa-basi. Sebuah pertanyaan mengenai asal-usul dan tujuan akhir. Ini adalah pertanyaan yang sama, bergema dalam hati setiap pencari sejati—termasuk Karunya yang terdiam di rumahnya, dan mungkin juga kita yang sedang membaca sekarang.
Tapi mengapa seorang Apsara—yang biasanya digambarkan tenggelam dalam kenikmatan indrawi—justru menjadi sosok yang mengajukan pertanyaan sebesar itu? Dan siapakah utusan Indra yang sedang melintas ini?
Apa yang akan terjadi selanjutnya dalam pertemuan di puncak antara keindahan surgawi dan pesan dari penguasa kahyangan?
Simak kelanjutan kisah ini, di mana jawaban atas pertanyaan Suruci akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara tindakan, pengetahuan, dan kebebasan sejati.
Simak kelanjutan kisah ini, di mana jawaban atas pertanyaan Suruci akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara tindakan, pengetahuan, dan kebebasan sejati.
Kisah Apasara Suruchi
सुरुचिर्नाम काचित्स्त्री अप्सरोगणउत्तमा ।
उपविष्टा हिमवतः शिखरे शिखिसंवृते ॥ १९ ॥
Surucirnāma kācitstrī apsarogaṇauttamā ,
Upaviṣṭā himavataḥ śikhare śikhisaṃvṛte (19)
19. Bernama (nāma) Suruci (suruciḥ) seorang perempuan (strī) tertentu (kācit), yang terbaik (uttamā) di antara kelompok Apsara (apsarogaṇa);
Duduk (upaviṣṭā) di puncak (śikhare) Himavat (Himalaya), dikelilingi/dihiasi (saṃvṛte) oleh puncak-puncak (śikhibhiḥ; śikhi bisa berarti puncak api/meru).
रमन्ते कामसंतप्ताः किन्नर्यो यत्र किन्नरैः ।
स्वर्धुन्योघेन संसृष्टे महाघौघविनाशिना ॥ २० ॥
Ramante kāmasaṃtaptāḥ kinnaryo yatra kinnaraiḥ ,
Svardhunyoghena saṃsṛṣṭe mahāghaughavināśinā (20)
20. Bersenang-senang (ramante) penuh gairah (samtaptāḥ) nafsu (kāma) para Kinnarī (kinnaryaḥ) yang sedang bersama (yatra) para Kinnara (kinnaraiḥ);
Pertemuan (yogena) sungai surgawi (svardhuni) yang telah bergabung (saṃsṛṣṭe) untuk menghancurkan (vināśinā) arus (ghaugha) besar (mahā).
दूतमिन्द्रस्य गच्छन्तमन्तरिक्षे ददर्श सा ।
तमुवाच महाभागा सुरुचिश्चाप्सरोवरा ॥ २१ ॥
Dūtam indrasya gacchantam antarikṣe dadarśa sā ,
Tamuvāca mahābhāgā suruciścāpsarovarā (21)
21. Utusan (dūtam) Dewa Indra (indrasya) sedang melayang pergi (gacchantam) di angkasa (antarikṣe) dilihat (dadarśa) oleh nya (sā);
Berkata (uvāca) kepadanya (tam) yang penuh anugerah (mahābhāgā) dan (ca) yang terbaik (varā) dari para Apsara (apsaro), Suruci (suruciḥ).
सुरुचिरुवाच ।
देवदूत महाभाग कुत आगम्यते त्वया ।
अधुना कुत्र गन्तासि तत्सर्वं कृपया वद ॥ २२ ॥
Suruciruvāca ,
devadūta mahābhāga kuta āgamyate tvayā ,
adhunā kutra gantāsi tatsarvaṃ kṛpayā vada (22)
22. Suruci berkata:
Wahai utusan dewa (devadūta) yang sangat mulia (mahābhāga) dari mana (kutaḥ) engkau (tvayā) datang (āgamyate)?
Sekarang (adhunā) hendak ke mana (kutra) engkau akan pergi (gantāsi)? Semuanya (sarvam) itu (tat), dengan kehendakmu (kṛpayā), katakanlah (vada).
Komentar
Posting Komentar
"Terima kasih banyak telah meninggalkan komentar di blog kami! Kami sangat menghargai partisipasi Anda. Komentar Anda membantu kami untuk terus berkembang dan memberikan konten terbaik. Kami akan segera membalasnya begitu kami online. Tetaplah terhubung dan terus berbagi pemikiran Anda!"