Vairagya Prakarana: Bab 1 Kisah Brahmana Sutiksha
Kisah Brahmana Sutiksha
सुतीक्ष्णो ब्राह्मणः कश्चित्संशयाकृष्टमानसः ।
अगस्तेराश्रमं गत्वा मुनिं पप्रच्छ सादरम् ॥ ४ ॥
Sutīkṣṇo brāhmaṇaḥ kaścitsaṃśayākṛṣṭamānasaḥ ,
Agasterāśramaṃ gatvā muniṃ papraccha sādaram (4)
4. Sutiksna (Sutīkṣṇaḥ) seorang brahmana (brāhmaṇaḥ) dengan pikiran (mānasaḥ) yang tertarik/ditarik (ākṛṣṭa) oleh keraguan (saṃśaya) tertentu (kaścit);
Ke asram (āśramam) Agastya (agasteḥ) mengunjungi (gatvā) sang muni (munim), untuk bertanya (papraccha) dengan penuh hormat (sādaram).
सुतीक्ष्ण उवाच ।
भगवन्धर्मतत्त्वज्ञ सर्वशास्त्रविनिश्चित ।
संशयोऽस्ति महानेकस्त्वमेतं कृपया वद ॥ ५ ॥
Sutīkṣṇa uvāca ,
Bhagavandharmatattvajña sarvaśāstraviniścita ,
Saṃśayo'sti mahānekastvametaṃ kṛpayā vada (5)
5. Sutiksna berkata:
Yang memahami (jña) hakikat (tattva) dharma (dharma) Wahai bhagawan (bhagavan), yang meneguhkan (viniścita) seluruh (sarva) sastra (śāstra);
Ada (asti) keraguan (saṃśayaḥ) ini (etam) engkau (tvam) satu-satunya (ekaḥ) yang besar (mahān), atas karuniamu (kṛpayā) jelaskanlah (vada).
मोक्षस्य कारणं कर्म ज्ञानं वा मोक्षसाधनम् ।
उभयं वा विनिश्चित्य एकं कथय कारणम् ॥ ६ ॥
Mokṣasya kāraṇaṃ karma jñānaṃ vā mokṣasādhanam ,
Ubhayaṃ vā viniścitya ekaṃ kathaya kāraṇam (6)
6. Kemoksaan (mokṣasya) disebabkan (kāraṇam) oleh tindakan (karma) ataukah (vā) karena pengetahuan (jñāna), sarana mana (sādhanam) untuk moksa?
Ataukah (vā) keduanya (ubhayam), setelah diputuskan (viniścitya) salah satu-satunya (ekam) jelaskanlah (kathaya) penyebabnya (kāraṇam).
अगस्तिरुवाच ।
उभाभ्यामेव पक्षाभ्यां यथा खे पक्षिणां गतिः ।
तथैव ज्ञानकर्मभ्यां जायते परमं पदम् ॥ ७ ॥
Agastiruvāca ,
Ubhābhyāmeva pakṣābhyāṃ yathā khe pakṣiṇāṃ gatiḥ ,
Tathaiva jñānakarmabhyāṃ jāyate paramaṃ padam (7)
7. Agastya berkata:
Sebenarnya (eva) keduanya (ubhābhyām) dengan kedua sayap (pakṣābhyām), sebagaimana (yathā) di langit (khe) burung-burung (pakṣiṇām), bergerak (gatiḥ);
Demikian pula (tathā eva) melalui tindakan (karmabhyām) dan pengetahuan (jñāna) akan tercapai (jāyate) kedudukan tertinggi (paramam padam).
केवलात्कर्मणो ज्ञानान्नहि मोक्षोऽभिजायते ।
किंतूभाभ्यां भवेन्मोक्षः साधनं तूभयं विदुः ॥ ८ ॥
Kevalātkarmaṇo jñānānnahi mokṣo'bhijāyate ,
Kiṃtūbhābhyāṃ bhavenmokṣaḥ sādhanaṃ tūbhayaṃ viduḥ (8)
Dari tindakan (karmaṇaḥ) atau pengetahuan (jñānāt) semata (kevalāt) sungguh (hi) tidak (na) terlahir (jāyate) sepenuhnya (abhi) moksa (mokṣaḥ);
Namun (kiṃtu) dengan keduanya (ubhābhyām) moksa (mokṣaḥ) bisa dicapai (bhavet) memang (tu) keduanya (ubhayam) adalah sarana itu (sādhanam) hendaknya diketahui (viduḥ).
✎ᝰ. Catatan Esoteris…
Dialog ini bukanlah sekadar perdebatan filsafat. Melainkan sebuah demonstrasi tentang bagaimana kebijaksanaan tertinggi (Rsi Agastya) membimbing ketajaman intelektual yang kebingungan (Sutiksna) menuju pemahaman integral. Jawaban Agastya mengajarkan bahwa baik jalan spiritual (sadhana) adalah yoga—penyatuan aktif—antara pengetahuan (yang memberi penglihatan) serta tindakan berdharma tanpa pamrih (yang memberi kemampuan bergerak). Seseorang tidak bisa terbang ke kebebasan hanya dengan memahami peta (jnana) atau hanya dengan mengayunkan lengan (karma); tetapi harus dengan mengepakkan kedua sayap yang berfungsi harmonis.
Komentar
Posting Komentar
"Terima kasih banyak telah meninggalkan komentar di blog kami! Kami sangat menghargai partisipasi Anda. Komentar Anda membantu kami untuk terus berkembang dan memberikan konten terbaik. Kami akan segera membalasnya begitu kami online. Tetaplah terhubung dan terus berbagi pemikiran Anda!"